Loading...

Pemerintah Kota Bengkulu bersama Harian Bengkulu Ekspress tampaknya tak main-main dalam menyelenggarakan event olahraga terbesar RUN 10 K yang diselenggarakan pada 26 Maret 2017 mendatang.

Dalam perlombaan tersebut rencananya akan menggunakan sebanyak 160 wasit untuk melakukan penilaian serta penjurian dalam proses lomba lari skala Nasional tersebut.

” Jadi dalam penjuriannya kita sudah bekerjasama dengan kawan-kawan dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang sudah menyiapkan 160 orang yang tugasnya nanti terbagi-bagi dalam pelaksanaan lomba lari itu,” ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Bengkulu, Herman SSos, kemarin (5/2).

Menurut Herman, dengan melibatkan 160 orang penjurian dari pihak luar maka akan menjadikan perlombaan ini benar-benar berkualitas dan adil karena dinilai oleh orang-orang yang sudah profesional terkhusus dalam bidang olahraga lari. Mulai dari mengecek kesiapan para peserta, menjaga pita garis finish, kesiapan pakaian/peralatan serta nomor punggung, batas waktu, penjagaan disetiap rute atau check point, perawatan medis, kejadian darurat bahkan hak untuk melakukan penalti dan diskualifikasi.

“Kita akan lakukan seprofesional mungkin, karena memang perlombaan ini bukan sekedar main-main,” tandasnya.

Lanjutnya, jika tidak menggunakan pihak luar yang lebih profesional maka tidakmenutup kemungkinan nanti akan terjadi kegaduhan, sehingga dalam persiapan ini pihaknya akan serius untuk menjadikan perlombaan RUN 10 K ini menjadi event terbesar, berkualitas, bergengsi dan profesional, dan berupaya semaksimal mungkin agar perlombaan berjalan dengan lancar dan aman tanpa ada kegaduhan.

“Dalam penilaian nanti kita juga menggunakan alat khusus untuk menghitung kecepatan lari dan menentukan siapa yang berhasil lebih dahulu memasuki garis finish jadi benar-benar adil,” terang Herman. (805)

1 Comment

  • Helloo,wil professional foreigners be entitled for prizes

Leave a comment

www.bengkulurun.com
Copyright 2017